Friday, January 4, 2013

Untukmu, Seseorangku…





Terkadang waktu memnag tidak pernah bisa mengerti kita. Saat kita menginginkan hal ini terjadi saat ini, waktu seakan tak berdaya. Ia hanya diam dan tak memberi respon apapun. Tapi satu hal yang harus kita tahu, waktu berjalan atas kehendak Tuhan. Takdir terjadi bukan salah waktu, tapi lagi-lagi ini permainan Tuhan yang tak mampu dicegah.


Aku, dengan segenap hati yang terlanjur jatuh, dengan segumpal perasaan yang terlanjur dalam, hanya ingin mengisahkan. Bahwa Tuhan mampu membolak-balik perasaan manusia meski dalam waktu singkat sekalipun.

Dari kisah panjang yang aku lalui, siklus awal yang berulang. Kisah secret admirer yang akan tertuang dalam tulisanku kali ini adalah tentang Pangeran Matahari. Bukan karena dia berlagak seperti matahari, tapi lebih kepada seseorang yang menghangatkan hati yang terlanjur dingin. Aku menyukainya meski pada awalnya timbul keraguan yang di hatiku. Tapi setelah aku memantapkan hati, kejadian yang terjadi malah membuatku semakin bimbang. Melanjutkan atau berhenti?

Tapi pada kenyataannya, aku tidak bisa berhenti begitu saja. Ya, alasan utamanya adalah aku telah jatuh mendekati kedalaman yang sulit untuk kembali ke atas. Sedangkan bila aku meneruskan ini, aku sama saja menorehkan luka baru. Tapi, bila aku kembali… aku tidak mampu bertemu masa lalu lagi, meski masa lalu itu hanya sekedar menyapa dalam diam.


Jadi, hari ini, detik ini, aku tetap tersenyum. Meski hati ini sedikit retak-retak. Well, aku tetap menyimpanmu sebagai kenang-kenangan. Hingga suatu saat aku mengingatmu sebagai salah satu orang yang mampu membuatku tersenyum walau tanpa kau ketahui. Permainan waktu memang tak tertebak dan membuat kita tak pernah tahu sampai kapan kita bertahan dalam situasi seperti ini. Terima kasih, Pangeran Matahari :)

Cileungsi, 4 Desember 2012 17:46

1 comment: