Tuesday, December 11, 2012

Aku Lupa Bagaimana Caranya Menangis

Aku lupa bagaimana caranya menangis. Bahkan sejak kau hadir saat itu aku melupakannya. Melupakan bagaimana caraku untuk menangis. Tidak mudah membuatku untuk tegar atas segala hal yang terjadi masa itu. Tapi aku bisa dan membuktikannya. Bahkan saat sedih, gundah, dan risau menghampiri, aku tidak pernah benar-benar bisa untuk menangis seperti dulu. Bukankah itu bagus? Karena aku rasa hal yang terjadi dalam hidupku bukan untuk kutangisi, tapi untuk aku syukuri. Dan membuat itu semua bekerja.

Dulu, saat bintang masih bersamaku. Saat malam mengembuskan angin rindu, aku masih bisa merasakan pipiku yang panas dan basah oleh airmata. Tapi kini berbeda. Aku bukan aku yang dulu. Aku sudah lebih kebal atas semua hal yang menyakitiku. Terkadang bentuk penyesalanku terhadap kisah cinta tak pernah aku aplikasikan dalam tangisan. Aku lebih suka membuatnya menjadi kisah baru yang seharusnya dapat membuatku tersenyum.

Awalnya aku ragu bahwa aku bisa. Melihat segala kemungkinan yang tereksan lebih menyudutkanku untuk diam dan tidak bertindak apapun, namun aku berusaha bergerak maju dan membuktikan bahwa aku bukan yang biasa, bahwa aku bisa jadi luar biasa. Dan aku mau menjadi itu!

Untuk Matahari dan Bintang-ku, percayalah bahwa aku selalu menjadikan kalian penyemangat tanpa batas melebihi semnagat yang ada pada diri kalian sendiri. Dan aku yakin inilah cara Allah untuk menunjukkan padaku bagaimana aku bisa bahagia dengan cara-Nya. Dan aku menganggapnya sebagai keajaiban ditengah kegelisahan yang mendera. Bak oase yang tercipta di tengah gurun pasir. Juga seperti Matahari dan Bintang yang selalu menyinari siang dan malamku.

Cileungsi, 11 Desember 2012

Lagu ini untuk kalian..

Lyla - Dengan Hati
Mentari tetap bersinar, bintang pun terus berpijar
Awan teduhkan langkahmu
Taman hati pun terbuka, bermainlah kau di sana
Rindu memeluk senyummu
Di saat engkau lelah bersandarlah di bahu ternyaman ini
Terlelaplah, bermimpilah, lepaskan segala lara
Kau harus tahu kami di sini untukmu
Temanimu dengan hati
Lupakan semua keluhanmu tentang dunia
Bernyanyilah dengan hati
Mentari tetap bersinar, bintang pun terus berpijar
Awan teduhkan langkahmu
Di saat engkau lelah bersandarlah di bahu ternyaman ini
Terlelaplah, bermimpilah, lepaskan segala lara
Kau harus tahu kami di sini untukmu
Temanimu dengan hati
Lupakan semua keluhanmu tentang dunia
Menarilah dengan hati
Kau takkan mengerti bila tak pernah mencoba
Bahkan bintang butuh gelap untuk terus bersinar
Kau harus tahu kami di sini untukmu
Temanimu temanimu dengan hati
Lupakan semua lupakan semua keluhanmu tentang dunia tentang dunia
Menarilah dengan hati dengan hati
Kau harus tahu kami di sini untukmu
Temanimu temanimu dengan hati
Lupakan semua lupakan semua keluhanmu tentang dunia tentang dunia
Menarilah dengan hati dengan hati

No comments:

Post a Comment