Thursday, May 31, 2012

Di Penghujung Mei

Sumber: google.com

Haruskah ku teteskan air mata di pipi…
Haruskah kucurahkan segala isi di hati…
Oh, haruskah kau kupeluk dan tak kulepas lagi…
Agar tiada pernah ada kata berpisah…

           
Tuhan, aku menyayanginya. Kuharap aku takkan pernah berpisah dengannya. Namun aku tahu, Tuhan… Adanya dirinya disisiku juga hanya membuatku sakit. Aku takkan pernah bisa memilikinya dan aku ikhlas akan itu. Tapi semuanya terasa menyakitkan saat ada orang lain disampingnya. Tuhan, Kau mampu mengubah hati ini secepat mungkin, maka aku mohon hapuskan rasa sayang ini untuknya. Ubahlah semuanya menjadi normal. Aku tak ingin terjebak dalam rasa yang tak aku pahami.

Semua yang kudengar, semua yang kulihat, dan semua yang kurasakan adalah atas kehendak-Mu. Namun sekali lagi aku hanya ingin bisa melihatnya tersenyum. Aku juga ingin bahagia tanpa bayang-bayang dirinya.

Tuhan, tolong aku. Aku tidak ingin rasa ini membuat pertengkaran antara aku dengan siapapun. Aku hanya ingin hidup tenang dan damai tanpa dibayangi rasa cemburu dan rasa bersalah. Aku tercekik dengan semua yang aku rasa. Bantu aku, Tuhan…

Cileungsi, 31 Mei 2012.
(Ketika mataku tak menangkap bayanganmu, Mr. Anger)

1 comment: